Selasa, 05 Maret 2013

Sejarah GPdI Hosana Sorong


Cikal bakal jemaat Hosana Berawal dari Pos Pelayanan yang dibuka oleh kel. Pdt. Jopie Kalangi pada tahun 2001 yang waktu itu masih menjadi gembala Jemaat di GPdI Peniel Kasim Sele. Kebaktian dimulai dirumah yang sederhana di Km 12.5 tetapi berbagai hambatan dirasakan dalam pelayanan yang berujung pada pengusiran secara halus dari tempat itu oleh pemilik hak ulayat di tambah dengan berbagai tekanan dan halangan dari beberapa hamba Tuhan, sehingga mau tidak mau kegiatan berhenti.
Tetapi rupanya ini tidak pernah lepas dari rencana Allah yang luar biasa, ketika kegiatan ibadah di Km 12.5 terhenti Tuhan membuka pelayananNya di komplex rumah papan dengan Kel. Numberi mengijinkan rumah mereka digunakan untuk ibadah sementara, maka dimulailah kegiatan yang akhirnya di resmikan pelayanan GPdI Hosana pada tanggal 6 september 2002 oleh Majelis Daerah GPdI Papua dengan melantik Pdt. Jopie Kalangi selaku gembala Jemaat. Selama dua tahun Kel. Numberi  dengan penuh sukacita mengijinkan rumah mereka digunakan tempat ibadah tanpa dibayar sepeserpun. Awal pelayanan terasa berat karena yang ibadah 3 orang kadangkala sampai 5 orang tetapi sesungguhnya Tuhan memberi senantiasa kekuatan sehingga pelayanan terus berjalan.
Sementara doa terus dinaikkan, maka Tuhan terus menyatakan karyaNya dengan mulai mengirim jiwa-jiwa baru sehingga tempat ibadah yang berukuran 5 x 11m mulai terasa sempit. Gembala dan jemaat mulai berupaya untuk mencari tanah untuk dibangun gedung Gereja dan oleh kasih dan anugerah Tuhan Yesus maka Tuhan menggerakkan Kel. Lourens Numberi membeli tanah yang oleh pemilik sertifikat diagunkan ke bank dan akhirnya menjadi kredit macet  dan dilelang oleh KP3N kemudian menyelesaikan sengketa tanah dengan kel. Numberi dan akhirnya dihibahkan untuk tempat pembangunan gereja. Pada bulan Februari 2003 diletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja baru setelah pondasi selesai kegiatan terhenti.
Pada bulan September 2003 ada yayasan Amal kasih  memberikan bantuan gedung Gereja berukuran 12x6 yang terbuat dari kayu kepada 16 gereja yang ada di kota Sorong dan salah satunya GPdI Hosana yang mulai menggunakannya pada bulan Oktober 2003. Selama 4 tahun lamanya kegiatan ibadah dimulai ditempat ini, pastoripun dibuat supaya gembala dan keluarga tidak kontrak rumah lagi. Seiring dengan pertambahan jiwa baru membuat tempat ibadah semakin terasa sempit sehingga dibentuk lagi panitia pembangunan yang baru dan kemudian Bulan Agustus 2006 pembangunan gedung gereja permanent dimulai.
Gembala, panitia dan anggota jemaat bahu-membahu dengan penuh sukacita mulai berkorban dan bekerja. Setiap hari Minggu ada ekstra korban, doa terus dinaikkan dan Tuhan mulai menggerakkan orang lain untuk memberi.
Dengan dimotori oleh ibu An Rumbiak selaku ketua umum(walaupun beliau bukan anggota jemaat Hosana) dengan panitia pelaksana maka pembangunan terus berlangsung.
Pada Hut ke 5 tahun 2007 gedung Gereja sudah mulai digunakan. Dan oleh Kasih Tuhan yang luar biasa saat ini pembangunan sudah 80 % rampung.
Peperangan memang banyak dihadapi tetapi kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lain  terus diraih.
Zak. 4:6 …Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar